18 Jun 2016

NusaFx Risk Management ForexForex memang tidak pernah lepas dari risiko, namun yang menarik adalah tingkat risiko dalam perdagangan Forex dapat diatur sesuai kemampuan dengan penerapan manajemen risiko yang benar.

Rekan trader dan investor, mengatur manajemen perdagangan untuk mengendalikan risiko adalah bagian terpenting dari aktifitas berinvestasi tidak terkecuali Forex. Ada banyak fitur dalam platform perdagangan Forex yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung manajemen risiko. Antara lain:

Cut loss
Inilah tindakan pedagang untuk menutup transaksi dalam keadaan rugi secara manual. Tujuannya adalah untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Besaran risiko yang ditutup tergantung keputusan pedagang

Contoh:
Pak Aman mengambil posisi Sell pada GBP/USD dengan harga 1.2950 dengan volume 1.0 lot, namun harga bergerak naik. Untuk menghindari kerugian lebih besar, Pak Aman memutuskan menutup posisi pada harga 1.3000 atau rugi -50 pips.

Switching
Suatu tindakan merubah arah transaksi pada perdagangan Forex yang sedang berlangsung dengan menutup transaksi dan membuka transaksi baru dengan arah posisi yang berlawanan.

Contoh:
Pak Aman mengambil posisi Buy pada GPB/USD dengan 1.3000 dengan volume 1.0 lot, namun harga bergerak turun. Untuk menghindari kerugian yang lebih besar pada harga 1.2950 Pak Aman memutuskan untuk menutup transaksi Buy kemudian dengan segera membuka posisi Sell baru.

Locking atau Hedging
Suatu tindakan pedagangan untuk membatasi risiko kerugian dengan mempertahankan posisi lama dan membuka posisi baru pada arah harga sebaliknya.

Contoh:
Pak Aman mengambil posisi awal Buy pada GPB/USD dengan 1.3000 dengan volume 1.0 lot, namun harga bergerak turun. Pada harga 1.2950 Pak Aman memutuskan untuk membatasi kerugian dengan membuka posisi Sell baru. Perhitungan keseluruhan Pak Aman setelah membuka posisi Sell baru adalah -50 pips. Kondisi -50 pips akan tetap meskipun harga bergerak naik atau turun dengan jarak harga berapapun atau bisa disebut -50 pips terkunci, dan baru akan terbuka locking/hedging/kuncian tersebut jika pak Aman menutup salah satu posisi transaksinya.

Averaging
Suatu tindakan dalam perdagangan Forex dengan menambah posisi baru pada arah yang sama dimana posisi sebelumnya tetap dibiarkan terbuka.

Contoh:
Pak Aman mengambil posisi awal Buy pada GPB/USD dengan 1.3000 dengan volume 1.0 lot, namun harga bergerak turun. Pada harga 1.2950 Pak Aman memutuskan untuk membuka posisi Buy baru pada harga 1.2950 dengan volume 1.0 lot, dan seterunya pada harga 1.2900 pak Aman kembali membuka posisi Buy baru.
Penggunaan averaging tidak hanya dilakukan untuk mengatur risiko kerugian namun juga sebagai bagian dari managemen perdagangan yang bertujuan mengambil kuntungan dengan tetap menjaga jarak antara harga saat ini dan harga antara harga target penutupan transaksi.

Jika Anda adalah investor pemula, tidak disarankan menggunakan averaging sebagai manajemen risiko perdagangan, karena penempatan averaging yang salah justru akan menimbulkan kerugian yang fatal, hingga hilangnya semua modal Anda. Efektifitas metode averaging perlu ditunjang oleh analisa yang cukup terhadap harga pasar.

Written by: Aryanthara