01 Jun 2016

Mengenal jenis-jenis investasi yang berkembang di Indonesia

Rekan trader dan investor, membuat rencana keuangan selalu erat kaitanya dengan investasi. Kegiatan berinvestasi merupakan cara untuk mencapai tujuan jangka panjang yaitu kebebasan finansial. Namun harus disadari bahwa setiap jenis investasi memiliki karakteristik, potensi keuntungan, dan risiko yang berbeda-beda. Apa saja yang mempengaruhi perbedaan tersebut, diantaranya:

  • Instrumen investasi yang Anda pilih (alokasi aset)
  • Risiko yang siap Anda ambil
  • Berapa lama waktu yang Anda targetkan
  • Berapa besar target keuntungan Anda

Saat ini, banyak produk finansial yang ditawarkan di Indonesia mulai dari deposito, obligasi ritel, reksadana, saham, forex, waralaba frenchise, koperasi, dan lain sebagainya. Namun jika kita lihat semua produk tersebut bisa kita bagi menjadi 4 (empat) jenis, yaitu:

1. Kas atau Tunai

Aset investasi dalam bentuk kas (tunai) umumnya ditawarkan dalam bentuk tabungan, deposito, atau pasar uang. Investasi jenis ini sebagian besar ditawarkan oleh perbankan. Potensi keuntungan yang bisa dicapai biasanya hanya sekitar 6% per tahun, namun risiko investasinya tergolong sangat kecil.

2. Pendapatan Tetap

Aset investasi pendapatan tetap umumnya ditawarkan dalam bentuk obligasi, surat utang, dan reksadana. Potensi keuntungan yang bisa diraih biasanya di atas 10% per-tahun. Meskipun terlihat minim namun jika terjadi gejolak di pasar nilai investasi jenis ini biasanya tidak berkurang drastis atau bisa dikatakan risikonya tergolong kecil

3. Saham

Saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Saham dapat kita bagi menjadi 2 (dua), yaitu;

  • Saham perusahaan tertutup, yaitu seperti usaha waralaba dimana Anda memiliki saham (modal) sebagian atau keseluruhan pada usaha tersebut.
  • Saham perusahaan terbuka, yaitu saham Blue Chips yang biasanya nilai kapitalisasi pasarnya besar, dan saham lapis kedua. Aset investasi jenis saham terbuka umumnya ditawarkan dalam bentuk reksadana campuran, reksadana saham, dan juga saham biasa. Potensi keuntungan yang bisa diraih biasanya diatas 10% rata-rata per-tahun dengan dengan tingkat risiko menengah.

4. Forex

Forex merupakan perdagangan mata uang asing. Berinvestasi pada aset Forex dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu fisik dan online. Secara fisik dilakukan dengan memanfaatkan selisih nilai mata uang yang ditukarkan melalui bank atau money changer. Sedangkan secara online, investasi Forex ditawarkan melalui perusahaan-perusahaan berjangka (broker). Cara lebih mudah karena investor dapat melakukan perdagangan sendiri menggunakan piranti komputer, handphone, atau perangkat sejenisnya asalkan terhubung dengan internet. Investasi Forex online dari sisi modal sangat terjangkau mulai dari 1 USD saja.

Potensi keuntungan yang bisa dicapai melalui investasi Forex sangat tinggi melebihi potensi keuntungan jenis investasi lainnya, namun harus diingat Forex juga memiliki risiko yang tinggi. Perlu proses belajar yang cukup lama, namun bisa juga dengan menggunakan jasa pendampingan profesional Forex jika Anda belum mampu mengelola sendiri.

5. Aset Fisik

Aset investasi berbentuk fisik di Indonesia umumnya berbentuk properti tanah atau bangunan, dan komoditas metal seperti emas murni, emas perhiasan, permata, dan perhiasan lainnya. Keunggulan investasi ini adalah kepemilikan atas fisik investasinya dan bisa disimpan dalam waktu yang lama dengan risiko terkendali. Potensi keuntungan yang bisa diraih sangat tergantung pada harga pasar, semakin rendah harga beli Anda maka potensi keuntungan akan semakin tinggi.

Apapun jenis Aset Investasi yang Anda pilih, yang terpenting adalah pengaturan portfolio dan alokasi aset investasi agar risiko tetap terkendali dan keuntungan dapat dicapai dengan nyaman.

Baca juga: Mengatur Alokasi Aset Investasi Forex dan Penyeimbangan Alokasi Aset Investasi Forex

Written by: Aryanthara