06 Jun 2016

Jenis investor seperti apakah Anda?

Penulis sengaja lebih banyak menggunakan istilah ‘investor’ pada setiap artikel ketimbang istilah ‘trader’ agar lebih mudah difahami oleh rekan-rekan yang baru mengenal dunia Forex. Ada 3 (tiga) jenis investor berdasarkan cara pandang dan prilaku berinvestasi, yaitu:

1. Investor Strategis

Hampir semua trader atau investor sukses mengambil pendekatan secara strategis dalam mengatur alokasi asetnya, dimana mereka mengatur perencanaan setidaknya untuk 10 tahun tahun kedepan atau lebih sebelum mereka memutuskan untuk menggunakan atau membutuhkan uang dari hasil berinvestasi. Investor strategis selalu berpegang pada pandangan jangka panjang dan biasanya tidak sering melakukan perubahan strategi dan pada alokasi aset.

Para investor strategis biasanya hanya akan mengevaluasi metode investasinya atau jika diperlukan melakukan penyesuaian strategi baru saat terjadi perubahan fundamental yang signifikan terkait dengan investasinya seperti resesi ekonomi, atau jika inflasi mulai melebihi pendapatan investasi yang dihasilkan.

Mengenali investor strategis dibidang Forex cukup mudah. Biasanya mereka berinvestasi dengan modal besar, mengambil keuntungan kecil namun stabil, termasuk dalam manajemen modal mereka biasanya hanya transaksi dengan rasio volume sekitar 0.01 – 0.5% dari modal. Meskipun rasio volume transaksi terlihat kecil namun risikonya sangat terukur dan waktu akan menjawab keuntungan investasi mereka.

Jika Anda termasuk jenis investor strategis, silahkan melanjutkan materi berikutnya:

  1. Mengatur Alokasi Aset Investasi Dibidang Forex >>
  2. Penyeimbangan Alokasi Aset Investasi Dibidang Forex >>

 

2. Investor Siklus

Ekonomi adalah sebuah siklus, yang berarti bergerak dalam tahap kemakmuran dan resesi. Beberapa investor mengubah cara mengalokasikan aset mereka berdasarkan siklus ekonomi dengan pandangan lebih pendek dibandingkan investor strategis yaitu sekitar 3 (tiga) bulan sampai 3 (tiga) tahun. Inilah yang dinamakan investor siklus.

Strategi pada investor siklus lebih banyak diatur untuk menghindari perubahan kondisi pasar yang signifikan. Ini bukanlah suatu gambaran ketakutan terhadap gejolak ekonomi melainkan sebuah kecermatan dalam mengambil peluang berinvestasi. Investor siklus lebih cocok dan banyak ditemukan pada investasi bidang saham saat ekonomi mengalami pertumbuhan dan sebaliknya, mereka akan berinvestasi lebih banyak dibidang obligasi ketika ekonomi mengalami periode kontraksi.

Dibidang Forex sendiri cukup jarang ditemukan jenis investor siklus ini karena metode mereka yang musiman, dan mengalokasikan asetnya secara berpindah pindah tidak hanya di Forex saja. Dari cara transaksi mereka agak sulit dikenali karena target keuntungan dan rasio volume transaksi yang digunakan sangat tergantung pada kepercayaan diri mereka dengan kondisi pasar yang dihadapi saat itu.

Jika Anda adalah termasuk jenis investor siklus, ada baiknya terus menambah wawasan di bidang-bidang investasi lain sesuai minat Anda, mengingat kebutuhan Anda akan peluang investasi yang berkelanjutan dan bervariasi.

 

3. Investor Taktis

Jenis investor yang ke-3 inilah yang paling banyak kita jumpai di bidang Forex. Pandangan investor taktis adalah jangka pendek kurang dari satu tahun, bahkan bisa hanya beberapa bulan atau mingguan saja. Investor taktis selalu melakukan perubahan terhadap strategi dan akun portofolionya secara instant tanpa aturan yang baku, benar-benar berdasarkan tren pasar yang dihadapi saat itu juga.

Yang dimaksud investor taktis pada bidang Forex bukanlah investor yang berdagang dengan metode scalping, tetapi lebih kepada mindset (cara berfkikir), dimana jenis investor taktis ini seringkali berani mengambil risiko yang besar untuk mencapai target keuntungannya. Ciri yang paling mencolok dari investor adalah rasio volume transaksi yang tinggi dari modal skitar 1 – 20% atau terkadang bisa lebih besar. Selain itu juga bisa dilihat melalui manajemen alokasi aset yang dilakukan, biasanya sering melakukan penarikan hasil keuntungan dan penyetoran kembali aset dalam kurun waktu yang tidak lama sekitar sebulan atau bahkan bisa dalam hitungan mingguan atau hari.

Harus difahami bahwa berinvestasi menggunakan metode taktis tidak cocok untuk semua orang karena menuntut prilaku perdagangan yang lebih aktif dengan dengan kemampuan mengambil risiko yang lebih besar.

Nah, bagaimana dengan Anda?. Apa jenis investor Anda?

Pada prinsipnya berinvestasi adalah pengaturan alokasi aset dan penerapan manajemen modal untuk mencapai target tertentu dengan risiko yang terukur. Jadi apapun jenis investor Anda, pastikan Anda telah benar-benar siap menerima risiko dari metode pendekatan yang Anda ambil, apakah strategis, siklus, maupun taktis agar tujuan berinvestasi dapat tercapai dengan nyaman.

Written by: Aryanthara

Post a comment